Enam Topik Pembelajaran Audio Visual Usai, Peserta P2P Ke Tahap Pembelajaran Modul//
|
LOLAK,BAWASLUBOLMONG – Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Dalam Jaringan (Daring) sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengawal proses Pemilu yang bersih dan berintegritas.
Koordinator Divisi (Koordiv) Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), mengatakan bahwa kegiatan P2P daring berlangsung sejak 24 Oktober hingga 4 November 2025 dan diikuti oleh 40 peserta dari berbagai unsur masyarakat, seperti organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), dan Pemilih Pemula.
Menurut Akim, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Bawaslu dalam memperluas partisipasi publik melalui pendekatan digital.
“Melalui pendidikan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga negara,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pretest pada 24 Oktober untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan masa jeda pada 25-26 Oktober. Sesi pembelajaran daring dilaksanakan pada 27-31 Oktober dengan format audiovisual yang menyajikan enam topik utama, diantaranya:
1. Teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses Pemilu;
2. Teknis pelaporan;
3. Teknis permohonan penyelesaian sengketa;
4. Teknis pengembangan gerakan pengawasan partisipatif;
5. Teknis penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas; serta
6. Teknis pengawasan digital.
Setiap hari peserta mempelajari satu topik, kecuali pada 31 Oktober yang menghadirkan dua materi sekaligus sebagai penutup sesi audiovisual. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi daring pada 4 November 2025, yang menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pandangan dan merumuskan gagasan tindak lanjut pengawasan partisipatif di daerah masing-masing.
Akim menegaskan, meski pelatihan dilakukan secara daring, semangat dan antusiasme peserta tetap menjadi fokus utama.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bolmong berupaya memperkuat jaringan pengawasan partisipatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus menanamkan nilai integritas dan kolaborasi dalam setiap tahapan Pemilu, tutupnya.
Penulis : Humas Bawaslu Bolmong