Gelar Penguatan Kapasitas, Bawaslu Perkuat Mitigasi Risiko dan Integritas Penyelenggara Pemilu//
|
LOLAK,BAWASLUBOLMONG---Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat langkah strategis dalam menghadapi tahapan Pemilu melalui pendekatan mitigasi risiko, penguatan integritas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, yang di gelar secara daring tanggal 6-7 Juli 2026 melalui zoom meeting.
Fokus utama yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah mitigasi risiko melalui pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) secara komprehensif. Materi Pemetaan IKP ini menjadi langkah awal dalam pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran, konflik, maupun gangguan pada setiap tahapan Pemilu. Dengan pendekatan ini, Bawaslu tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Dari hasil pantauan Ketua Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Radikal Mokodompit, SE, menegaskan bahwa penguatan mitigasi risiko menjadi kunci utama dalam menciptakan Pemilu yang berkualitas.
“Pemetaan kerawanan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi instrumen penting dalam membaca potensi masalah sejak dini, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat dan efektif,” ujarnya.
Selain mitigasi risiko, aspek integritas juga menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Pemilu. Bawaslu menekankan pentingnya menjunjung tinggi prinsip dan kode etik sebagai landasan moral dan profesionalitas bagi seluruh jajaran penyelenggara Pemilu. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi yang berlangsung.
Hal serupa disampaikan oleh Kepala Sekretariat (Kasek) Bawaslu Bolmong, Wahyudi Rauf, S.Hut, yang mana penguatan integritas harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami terus mendorong pengembangan kompetensi secara berkelanjutan bagi seluruh jajaran, sehingga mampu memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kualitas pengawasan Pemilu,” jelasnya.
Melalui sinergi antara mitigasi risiko, integritas, serta pengembangan SDM dan profesionalisme, Bawaslu Bolmong optimistis dapat menghadirkan pengawasan Pemilu yang lebih efektif dan berdaya guna.
Kami (Bawaslu) berharap melalui kegiatan penguatan kapasitas kesekretariatan yang di ikuti oleh 3 (tiga) pegawai negeri sipil (PNS) Bawaslu ini, nantinya mampu menciptakan proses demokrasi yang tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan pemimpin yang legitimate dan dipercaya oleh masyarakat.
Redaksi : Humas Bawaslu Bolmong