Lompat ke isi utama

Berita

Hari Kedua Pekan Konsolidasi Di Gelar, Kedua Narasumber Ingatkan Soliditas Jajaran Bersama Eksternal//

-

LOLAK,BAWASLUBOLMONG---Pekan Konsolidasi jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Se-Sulawesi Utara (Sulut) hari kedua sukses di laksanakan, kali ini yang menjadi narasumber adalah yang pertama Zulkifli Densi, membahas "strategi penanganan pelanggaran pemilu sebagai penguatan demokrasi pada jajaran pengawas pemilu", yang kedua adalah anggota Bawaslu Sulut, Donny Rumagit, dengan tema "membangun kesamaan pemahaman hukum sebagai standar kompetensi bawaslu pada jajaran pengawas pemilu", Selasa, 27/01/2026.

Zuldensi dalam pemaparannya, pentingnya pendidikan pemilu pada masyarakat, diantaranya adalah perilaku netralitas aparatur sipil negara (ASN) yang cukup berani memberikan dukungan kepada calon kepala daerah pilihannya. 

"ini sudah lumrah terjadi di daerah, makanya perlu adanya penguatan dari segi internal Bawaslu serta meningkatkan efektivitas kinerja pengawas pemilu di lapangan karena ini memiliki efek yang kuat bagi internal dan eksternal, papar Densi.

"Bawaslu juga harus menjelaskan terkait kewenangan bawaslu sampai batas mana, sehingga masyarakat boleh memahami alur penanganan pelanggaran", tambahnya.

Koordinator Divisi (Koordiv) Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi (PP Datin) Bawaslu Sulut, Zulkifli Densi, mengatakan apabila melihat adanya aduan, pastikan keakuratan informasi yang di sampaikan apakah sudah sesuai atau tidak, sebab menurutnya semua aduan harus di filter.

Materi kedua oleh Donny Rumagit, selaku Koordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS), dalam materinya, jajaran harus membangun kesamaan hukum, namun menurut Donny kalau dalam suatu hal tertentu pandangan boleh berbeda asalkan opini yang membangun.

Donny ingatkan kabupaten/kota untuk terus  menginventarisasi seluruh organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat untuk bangun kolaborasi, tujuannya adalah suksesnya demokrasi.

Selain itu, optimalisasi jaringan dokumentasi dan informasi hukum atau JDIH terus di upgrade informasi didalamnya agar memudahkan akses informasi oleh masyarakat.

Giat ini di rangkaikan juga dengan presentasi Bawaslu Kabupaten/Kota soal pengalaman Bawaslu Kabupaten/Kota pasca pemilu usai. Ketua Bawaslu Bolmong, Radikal Mokodompit, mengutarakan beberapa di antaranya, pimpinan dan sekretariat cukup solid dalam melaksnakan tugas.

"ada 1 (satu) polemik Bawaslu Bolmong di setiap adanya tahapan, yakni menghadapi 15 (lima belas) kecamatan, sementara jajaran sekretariat minimnya personil", sebut Radikal.

Selain itu, hubungan dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), baik jaksa dan polisi, kita (Bawaslu) tetap membangun komunikasi. 

"Iya, khusus forkopimda kami belum melakukan audiensi namun akan akan di jadwalkan audensi masalah hibah kantor", imbuh Radikal.

Tempat yang sama, Akim E. Mokoagow jelaskan hasil koordinasi dengan KPU Bolmong tentang pemutakhiran data partai politik (parpol). Kemudian informasi terkait penyusunan manajemen resiko kata Akim, akan di upayakan segera, sehingga ini nanti mendahului kabupaten lain.

Senada, Neila Montolalu,  soal gakkumdu, bahwa selama tahapan berjalan bersama kejaksaan dan kepolisian, semua terkoordinasi secara terukur berkat adanya kerja sama dan support Kepala Seretariat sehingga seluruh laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan berlaku. 

Di tambahkan, Wahyudi Rauf, semua terkoordinasi dengan baik. Hingga kini, hubungan dengan media pers masih aktif dan tetap membangun diskusi dengan sesama insan media, ucap Yudi.
 

+
G

Penulis : Humas Bawaslu Bolmong

Tag
Berita