Ikuti Webinar, Totok Haryono Sebut Kualitas Demokrasi Indonesia Ditentukan Integritas Aktor Politik dan Penyelenggara Pemilu//
|
LOLAK,BAWASLUBOLMONG---Staf Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ikuti webinar bertema "merawat emokrasi melalui nilai-nilai pancasila dalam penyelenggaraan pemilu" melalui zoom meeting, 23/06/2026.
Webinar tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari unsur penyelenggara pemilu dan akademisi. Kegiatan ini menekankan pentingnya membangun demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga berlandaskan etika dan nilai-nilai kebangsaan.
Dikesempatan itu, Totok Haryono selaku keynote speaker dari Bawaslu RI menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh integritas seluruh aktor politik dan penyelenggara pemilu.
Ia menyampaikan bahwa demokrasi tidak cukup hanya berjalan secara teknis, tetapi harus dijaga nilai moralnya agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Penguatan nilai Pancasila menjadi kunci agar demokrasi tidak kehilangan arah dan tetap berlandaskan pada keadilan serta kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember, Rosita Indrayati, memaparkan materi terkait penguatan nilai Pancasila sebagai landasan etika demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.
Rosita jelaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi fondasi moral dalam seluruh proses politik, termasuk pemilu.
Menurutnya, tanpa landasan etika yang kuat, demokrasi rentan terhadap berbagai persoalan seperti politik uang, disinformasi, dan polarisasi sosial.
Dirinya menyoroti bahwa demokrasi Indonesia adalah demokrasi Pancasila yang menempatkan kebebasan dalam koridor moral, hukum, dan kepentingan bersama.
"nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, persatuan, serta musyawarah harus diinternalisasi dalam praktik politik sehari-hari agar demokrasi tidak sekadar menjadi ajang perebutan kekuasaan," tuturnya.
Selain itu, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dwi Endah Prastyowati, S.Pd., M.Pd, memaparkan materi bertajuk “Sinergi dan Edukasi: Kolaborasi Tiga Pilar dalam Merawat Demokrasi Pancasila”.
Endah lebih menekankan pada pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
"edukasi politik yang berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab", imbuh Endah.
Di tambahkan Endah, sinergi ketiga pilar tersebut diharapkan mampu menciptakan demokrasi yang substantif, tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses yang berintegritas.
Dengan demikian, demokrasi Pancasila dapat terus terjaga sebagai sistem yang menjunjung tinggi nilai moral, persatuan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tutupnya.
Redaksi : Humas Bawaslu Bolmong